Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Wednesday, May 6, 2020

Rekomendasi 6 Akun Favorit selama Ramadan

Selamat menjalani puasa hari ke - 13 teman - teman semuanya.

Stay strong menjalani 30 days blog challenge, semoga bisa sampai selesai konsisten nulisnya. Walaupun terkadang tulisan random tak terstruktur atau bahkan stuck gak ada ide sama sekali buat nulis apa di hari itu. Tapi, bersyukur masih bisa nulis di awal minggu ini. Salah satu hal yang bisa bikin stay sane selama karantina dan covid-19 adalah dengan menulis. Setiap kali saya gak ada ide gak cuma perihal menulis sih, banyak hal lainnya, saya pasti browsing sosial media buat cari inspiration dan juga Pinterest. Oh pinterest adalah surga bagi pencari inspirasi. Bisa follow akun pinterest saya kalau tertarik, siapa tau kita punya ketertarikan yang sama. Biasanya nih kalau ketemu dengan orang yang punya hobi sama pasti nyambung!

Berikut ini beberapa akun yang saya follow dan rajin saya kepo-in di bulan Ramadan ini, siapa tau ada yang berguna. Memang gak semuanya tentang kajian dan agama sih, but I guess it is worth to share

Instagram
1. @loveshughah


Saya jarang banget sih follow akun - akun yang berhubungan sama agama, karena kebanyakan itu tidak menyampaikannya dengan cara yang menarik, ini menurut saya pribadi ya. Setelah browsing - browsing, nemu juga akun dengan ilustrasi ciamik kayak gini. Kajian atau bahasan tentang agamanya pun emang relate dengan mudah di pahami. Mungkin saya emang orangnya lebih suka visual - visual gini dibandingkan liatin orang ceramah pada umumnya. Haha. No offense ya buat yang suka datang kajian langsung. Jalan masing - masing orang buat belajar memang berbeda - beda, tapi yakin deh orang belajar agama itu niatnya buat jadi orang yang lebih baik buat diri sendiri dan orang lain.

2. @qurandansenja

Kalau ini emang mirip - mirip dengan loveshughah, saya suka banget sama ilustrasinya. Mungkin karena mbak yang punya akun bikin sendiri jadi makin menarik dan saya appreciate banget perjalanan dia untuk lebih mengerti agamanya. Menurut saya akun - akun kayak gini perlu dibanyakin sih. Way better dibandingkan akun sebelah yang mempromote Indonesia Tanpa Pacaran. Sorry to say, I totally disagree kalau tujuan tanpa pacarannya itu hanya sebatas hubungan pria dan wanita saja. Kita itu sebenarnya harus fokus ke hal - hal lain. Ah! puasa ngomongin akun itu bikin kesal. Hahaha. Anyway, people learn about religion itu sesuatu yang amat bagus, but we should selective from where and who we learn it. Dan menurut saya pribadi, kita harus tahu memfilter akun - akun yang ada di sosial media lebih baik lagi.

3. @emakzerowaste

Sebenarnya ada beberapa akun hidup minim sampah yang saya ikutin di Instagram. Selanjutnya saya bikin entri khusus bicarain akun - akun tersebut ya. Saya tau tentang akun ini juga dari rekomendasi akun sejenis yang saya follow. Senang sekali rasanya tu kalau lihat ternyata banyak ibu - ibu dan anak muda yang memulai hidup minim sampah. Dengan liat update-an akun - akun seperti emakzerowaste ini, saya jadi tetep semangat buat berproses menjadi lebih baik. Semakin banyak inspirasi dan juga tips-tips dari teman - teman di dunia maya yang memang sedang berproses jalanin hidup minim sampah ini, saya jadi yakin dan mantap kalau memang kita harus mulai dari rumah kita dulu dan diri sendiri. Semoga bermanfaat ya!

Twitter
1. @adeirra

Mbak adeirra ini pengetahuan agamany luas dan lengkap banget. Menurut saya pribadi, kita emang butuh beberapa pandangan terhadap pengetahuan agama itu sendiri. Dan menurut saya dia membuka pandangan saya terhadap beberapa hal. Mungkin banyak juga yang against her, tapi again, dengan ilmunya dia bisa mempertanyakan orang - orang yang datang marah - marah terus kabur dari twitnya. Saya appreciate how she explains about things I never knew about, tanpa judgment. Pengetahuan yang menarik buat saya pribadi. 


2. @muftimenk

Saya tau tentang akun ini dari temen saya yang Retweet twit beliau. Since then, saya follow deh. Karena twitnya emang nenangin hati dan pikiran. Lemah lembut dalam menyampaikan kajiannya, terutama pernah liat video beliau mengenai corona dan juga beribadah di masjid yang berdasarkan agama itu dilarang karena banyak hal yang tidak baik. Imagine, ketika tenaga kesehatan berjuang di garis depan, orang - orang berkumpul dan malah mempercepat spreadnya. You should follow him.

3. @itsghibli

Kalau akun ini for the sake of my heart. Jelas, karena Ghibli adalah my all time favorite anime studio. Jadi liat update-an akun ini bikin happy. Padahal yang diliatin pun adegan filmnya, tapi suka! Haha. Jadi mau nonton, weekend ini jadwalin nonton bareng bayi deh.

Itu dia akun - akun rekomendasi saya, semoga bermanfaat dan memberi pandangan baru kepada teman - teman ya. Walaupun beberapa memang bukan berisi kajian agama khusus, but for me personally, I would love to share the account apalagi bermanfaat bagi yang lainnya. Sorry saya gak masukin link dari masing - masing akun, but you can check it right away dengan types their name.

Cheers

Thursday, February 14, 2019

Studio Ghibli Movies

Kaonashi, watercolor by me

I always wanted to start the series of Studio Ghibli movies that I have watched here in my blog. I thought that it would be fun entries. Who does not love Studio Ghibli anyway? Right?

I am a big fan of every movies produced by this Japanese animation studio. Even though, to be honest, I watch the film for the first time during my last year in high school, and I get more and more attracted to Studio Ghibli during my university year here in Jogja.

So, to begin this series of Studio Ghibli entries, let us start with little story about this studio. Studio Ghibli is founded in 1985 after the success of the Nausicaa of the Valley of the Wind in 1984. The three crazy men behind the success of Japanese animation internationally are Hayao Miyazaki, Isao Takahata, and Toshio Suzuki. Ghibli means in Lybian-Arabic "hot desert wind", they hope that this studio will give new wind in the animation production. Besides Arabic meaning, Ghibli also a name of Italian aircraft which Hayao Miyazaki is really into Italy and war aircraft (as seen in his movies).

Photo from Pinterest
If you are interested on how Ghibli founders works together, you should watch documentary movie about them The Kingdom of Dream and Madness featuring Hayao Miyazaki, Isao Takahata, and Toshio Suzuki.

Here are Studio Ghibli Movie Lists:
1. Nausicaa of the Valley of the Wind (1984) - before Studio Ghibli founded
2. Castle in the Sky (1986)
3. Grave of Fireflies (1988)
4. My Neighbor Totoro (1988)
5. Kiki's Delivery Service (1989)
6. Only Yesterday (1991)
7. Porco Rosso (1992)
8. Ocean Waves (1993)
9. Pom Poko (1994)
10. Whisper of the Heart (1995)
11. Princess Mononoke (1997)
12. My Neighbors the Yamadas (1999)
13. Spirited Away (2001)
14. The Cat Returns (2002)
15. Howl's Moving Castle (2004)
16. Tale's from Earth Sea (2006)
17. Ponyo (2008)
18. The Secret World of Arrietty (2010)
19. From Up on Poppy Hill (2011)
20. The Wind Rises (2013)
21. The Tales of Princess Kaguya (2013)
22. When Marnie Was There (2014)
23. Red Turtles (2016) ---- This is collaboration of Studio Ghibli and a Netherland director
24. How Do You Live (2020)

The list above is not included commercial, movies specially produced for Ghibli Museum. Yes, you read that. Studio Ghibli build their Museum in 2000 and officially opened on October 1, 2001. It is located in Mitaka, Tokyo. That museum is absolutely on my bucket list.

That's all for now, throughout this 2019. I will try my best to write about each Studio Ghibli movies that I watched. Disclaimer, I am not an expert or whatsoever when it comes to movie or film review, but I just try to give my honest opinion on them.

Anyway, thank you for stopping by!

Cheers,
M

Tuesday, January 22, 2019

Natural Skin Care Review: Face Oils and Rose Water by Haple.id

The latest product that I bought (again)

I know, it is kind of unusual for me to write review about certain product, because I never done it before. But, it is never wrong to try something new, right?

I mean, there will be certain reasons why I want to create this type of post. First, I love the product. Second, I love it so much that I should tell people about it’s very existence.

When I was younger, I never thought that taking care of my skin is big issue for me. I mean, I never had a crazy problem with acne, I have a lot though in certain area of my face, so skin care is not in my routine list. As I get older, I find out that it is a nice way of loving ourselves. Since university, I only use facial wash, that’s it. I never try product such as essence, oil, moisturiser, and so on.

One day, I found this ads about natural skin care on Instagram, and I ordered it. It turns out, I have no skin problem by using it. It even helps me fight hormonal acne and moisturising my face. It does not give a sudden change, but I feel that my skin is getting healthier. The first package I ever ordered is three essential oils with a rose water.

**Disclaimer, I am not skin care expert or whatsoever, I am just a woman who try a skincare product.

Packaging
I love the packaging of Haple.id, it is packaged in a box made from brown craft paper. Inside it you will find the oil and a little paper that tells you what is the benefits of the oil and how to use it. But, it will be really nice if there will be less plastic on packaging.

Oil packaging


Info and instruction sheets

What I feel
I really love the rose water, this one is my 5th bottle. This is the second time I bought the large bottle, the first time is when I give it to my mom. It is refreshing and hydrating. I use it before I use the oils. I even bring the regular bottle in my daily bag. I use it as a body and face mist. So far, I have no allergic to this water.

Rose water packaging, regular and large


What about the oils? For now, I only use two oils, grape seed and almond oil. I use almond oil to moisturise my face, not only that, I sometimes use it on my lashes and eyebrow. I heard it helps with growth, so I try it. I haven’t seen any results from it, but doing it become a way for me to unwind and relax.

I use grape seed oil to treat my hormonal acne. Several weeks ago, I got a bunch of it on me right and left cheeks. It is frustrating, since I never had such a breakout before. Every morning after taking a bath and night before I go to sleep, I will use two drops of it on my acne. It works well, not it is not as crazy as before, no more redness.

I guess so far, this is a best natural skin care for me. I am not a kind of person who will try a lot of products on my skin. When I find the one, I will stick to it, like what I do for my facial wash. It has been 5 years since the first time I use it, and I never looked back.

That is all for today’s post. I feel good telling people products that I use daily, maybe I will try to make another one next time.

Thank you for stopping by!

Cheers,
M

Monday, April 23, 2018

Book Talk: "Happiness is Homemade" by Puty Puar

Happy Monday!

Walaupun ini sudah hampir malam dan akan berganti hari, tapi nggak ada salahnya buat tetep semangat menyambut minggu yang baru kaan?

Jadi ceritanya, weekend kemarin, setelah sekian lama nggak pernah ikutan workshop atau kegiatan lain diluar kantor dan Flying Balloons Puppet. Akhirnya, ikutan book talk tentang Happiness is Homemade karya mba Puty Puar yang diadain oleh Folksy Magazine.

Saya belum pernah baca bukunya mba Puty, tapi ternyata reservasinya bisa sekalian sama paket buku Happiness is Homemade, alhasilnya langsung daftar deh (mumpung masih awal bulan juga sih waktu itu, budget buat self-love dan self-improvement masih adaa). Dulu pernah mampir di Instagram mba Puty karena muncul di explore,sempet kepo - kepo juga. Hehehe. Terus main ke blognya juga, banyak bacaan seru juga terutama tentang blogging dan creative work.



Berangkatnya semangat empat lima dah pokoknya, sampai sana langsung ke meja panitia, dan ternyata nama saya yang pertama (keliatan semangatnya kaan?). Habis daftar ulang, peserta di kasi goodie bag dari Folksy isinya buku Happiness is Homemade dan banyak voucher lainnya. Mba Puty ceritain dari perspektifnya sendiri dan juga pengalamannya yang berganti posisi dari awalnya wanita karir ke work at home mom. Sebenarnya yang buat saya tertarik dengan talk seperti ini adalah sifatnya sharing sessions, dan dari peserta itu ada beberapa yang memang ibu rumah tangga dan sedang merintis usaha di rumah.

Personally, saya belum berpikir untuk menjadi perempuan yang bekerja di rumah. Mungkin belum sampai di situ kali ya, karena untuk beberapa perempuan prioritas mereka adalah keluarga dan membesarkan anak. Jadi wajar juga sih kalau saya belum kepikiran ke level itu karena belum berkeluarga dan sama sekali nggak kepikiran buat memiliki anak. Perempuan yang bekerja di rumah dan memprioritaskan anak - anaknya nggak boleh dipandang sebelah mata lho, mereka punya cara mereka sendiri dan juga itu perihal pilihan bukan? Apapun pilihan perempuan dalam hidupnya harus dihargai karena dengan membuat pilihan serta diberikan pilihan adalah salah satu contoh emansipasi perempuan. Ya kaaan?

Menjadi bos sendiri dan bekerja di rumah keliatannya seru dan lebih asyik dibanding kerja kantoran ya kan?Menurut mba Puty nggak semudah itu, apalagi harus ada proses penyesuaian lagi dari sistem bekerja yang berbeda. Terlebih lagi dengan bekerja di rumah, kita harus pintar - pintar memanage waktu dan juga prioritas serta kemampuan kita. Tuh? PR banget yaa, apalagi yang sudah nyaman banget sama kerjaan kantorannya. Namanya pekerjaan, nggak ada yang mudah, baik bekerja dari rumah ataupun di kantor. Cuma, kita harus pinter bersyukur dan ngelakuin semuanya dengan happy.

Sampai lupa buat ceritain isi dan kenapa mba Puty menulis dan juga mengilustrasi buku “Happiness is Homemade” and I totally agree with her. Kebiasaan kita browsing explore dan juga feed Instagram kadang bikin kita ngebandingin apa yang teman - teman kita lakuin dan apa yang kita lakuin. Kayak contohnya nih “Si X udah jalan - jalan ke Iceland aja” “Saya mah apa, cuma bisa ke pasar”. Padahal tanpa kita sadar, sebenarnya hal - hal sederhana dan receh yang kita lakuin dan alamin setiap harinya itu bikin kita bahagia juga lho. Karena itu judulnya bukunya Happiness is Homemade, kebahagian - kebahagiaan yang hadir dan dibuat di rumah.

Nggak dipungkirin kan, kita bakal ngebandingin achievement temen - temen kita di Instagram dengan apa yang kita raih juga. Rasanya jauuuh banget, tapi setiap ada pikiran kayak gitu, biasanya saya bakalan ucapin mantra gini “Orang punya waktunya masing - masing. Waktu saya pasti akan datang dengan kejutan yang berbeda”. Padahal sebenarnya kita tau kalau hidup social media itu juga udah dikurasi oleh masing - masing pemilik akun tapi tendensi buat comparing ourselves itu kadang masih sering muncul. Jadi, intinya kita harus rajin - rajin bersyukur. Nah, bukunya mba Puty ini nggak cuma punya ilustrasi yang lucu, tapi juga cukup ampuh buat jadi reminder buat tetep bersyukur. Buat yang belum baca dan lihat bukunya, wajiib lihat dan baca.

Keep dreaming little owls!

Cheers,
M

Popular Posts

Featured Post

Hutan Indonesia, Mengambil bagian untuk Melestarikan

Bulan Agustus tidak hanya bulan bersejarah bagi kemerdekaan Indonesia tapi ada hari penting yang patut diingat, digaungkan, dan juga diberit...